Pages

Senin, Agustus 13, 2012

KEINDAHAN PADA SEORANG WANITA




KEINDAHAN PADA SEORANG WANITA
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya."
Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."
Wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", sementara pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "elok", apakah secara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.
Standar kecantikan/ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai berharga. Lukisan sejarah memperlihatkan berbagai standar yang berbeda untuk keelokan manusia. Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus, tubuh proporsional, dan fitur biasa, secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah.
Hal yang paling indah menurut saya adalah wanita. Diakui atau tidak setiap wanita memiliki lekukan yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya. Lekukan yang dimaksud di sini adalah ciri fisik (tidak selalu berkaitan dengan seks) kewanitaan yang pastinya dimiliki setiap wanita. Kecantikan yang telah dipercayakan kepadanya dari Sang Pemberi Keindahan.
Wanita memang lebih identik dengan keindahan. Kaum pria mengagumi banyak hal
tentang wanita. Namun di balik keindahan itu, banyak beban dan derita yang
dialami kaum wanita. Bekerja rangkap: mengurus rumah tangga, bekerja di luar
rumah untuk menopang ekonomi keluarga, dan aktivitas lain yang bias menguras
tenaga dan pikirannya.
Mungkin ada yang akan mengatakan tidak setiap wanita cantik. Atau mengatakan bahwa kalimat ‘setiap wanita itu cantik’ adalah kalimat yang dibuat untuk menghibur para wanita yang tidak cantik. Tapi, coba pikirkan lagi, benarkah?
Kembali lagi ke kata ‘cantik’. Apa kata itu berarti kulit cerah (atau untuk kalangan Barat), postur tinggi langsing, bibir tipis (atau penuh seksi untuk kalangan tertentu) merekah, wajah lonjong, hidung mancung, mata besar, dan rambut halus? Tidak ada satu kamus pun di dunia yang menggambarkan cantik seperti itu.
Tingkat kesehatan wanita Indonesia disinyalir masih cukup rendah. Emosi,
tekanan fisik dan mental lantaran kondisi ekonomi keluarga yang buruk
semakin membuat kaum wanita menjadi gampang terserang stress dan depresi.
Wanita pun lebih mudah sedih dan kehilangan sesuatu yang dicintainya
ketimbang pria. "semakin besar ikatan emosi wanita terhadap sesuatu, semakin
besar kecenderungannya mengalami depresi," kata Heather A. Turner, professor
ilmu social di University of New Hampshire, Durham.
Keindahan ini merupakan fitrah, anugerah, namun kadang menjadi bencana bagi wanita itu sendiri bahkan bagi orang lain. Banyak wanita yang mendapat pujian, sanjungan atas kecantikannya, namun ada pula yang mendapat musibah karena kecantikannya sendiri. Dan, hal ini tidak perlu dijelaskan lagi, karena masing-masing dari kita telah memahami hal tersebut. Bahkan, mengetahui beberapa kejadian yang menjelaskannya.
Secara psikomatematis diakui, wanita memang lebih rentan mengalami depresi,
2,5 kali lebih besar ketimbang pria. Sebabnya antara lain karena tingginya
ikatan emosi mereka terhadap orang lain dan lingkungannya. Seperti
diungkapkan dalam journal of Health and Social Behavior, wanita memang lebih
cepat memainkan perasaanya dan lebih mudah merasa kehilangan terhadap
sesuatu. Apalagi sesuatu itu yang dicintainya.
Ini menjadi semacam dilema bagi para wanita. Di satu sisi dia ingin merasa dan terlihat cantik. Di sisi lain dia tidak ingin kecantikannya dilecehkan lawan jenis. Dan, percaya atau tidak dilema ini dimiliki oleh setiap wanita. Walaupun memang rasionya berbeda-beda.
Yang terlihat jelas adalah bahwa tingkat kesehatan kaum wanita memang masih
rendah. Menurut Dr. Kartono Muhammad, meski kesadaran akan kesehatan
relative tinggi, secara umum tingkat kesehatan wanita di Indonesia masih
cukup rendah. Mereka yang tampaknya tak memiliki keluhan apa-apa, belum
tentu sehat. "Sulit sekali mengatakan apakah wanita dan ibu Indonesia kini
lebih sehat," kata Kartono.
Wanita adalah makhlukNya yang indah. Oleh karena itu Tuhan menyertakan sifat ‘suka akan keindahan’ dan ‘pemelihara keindahan’ kepadanya. Tuhan menginginkan agar keindahan yang difitrahkan pada setiap wanita tidak sia-sia.
Kualitas fisik yang dimiliki seorang wanita hanyalah sebagian kecil dari seluruh potensinya. Jika potensi ini disadari dan diarahkan akan memberi hal positif bagi dirinya. Bahkan, bagi orang lain dan lingkungannya. Wanita yang memposisikan dirinya sebagai subyek adalah wanita terhormat yang merupakan anugerah terbesar bagi keluarganya, masyarakatnya, dan bagi dunia tempat kita berada
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg15762.html
http://syair79.wordpress.com/2010/05/23/keindahan-wanita/

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com